“Kita putus ya.” Lalu seminggu kemudian, dia datang membawa bunga dan kata-kata manis. Kamu luluh lagi. Siklus itu terus berulang. Kamu mulai bertanya-tanya, ini cinta atau jebakan?
Mengapa Hubungan dengan Narsisis Sering On-Off?
Orang dengan narcissistic personality disorder (NPD) sering menciptakan pola hubungan yang fluktuatif. Mereka memulai dengan idealization (love bombing), lalu pelan-pelan masuk ke fase devaluasi dan akhirnya discard (membuang).
Namun, tak lama setelah meninggalkanmu, mereka bisa kembali dengan wajah penuh penyesalan. Ini dikenal sebagai hooveringโstrategi untuk menarik kembali korbannya agar tetap dalam kontrol mereka.
Tanda-Tanda Kamu Sedang Dimainkan Narsisis
- Setiap kali kamu mulai pulih, mereka kembali menghubungi dengan dalih “rindu” atau “ingin memperbaiki segalanya”.
- Kamu merasa bersalah saat ingin benar-benar lepas.
- Ada masa-masa manis yang tiba-tiba muncul setelah konflik besar.
- Kamu selalu menyesuaikan dirimu, tapi mereka jarang berubah.
Kenapa Kamu Terjebak di Siklus Ini?
Hubungan on-off dengan narsisis sering melibatkan trauma bonding. Ini adalah keterikatan emosional yang terbentuk melalui siklus perlakuan baik dan buruk secara bergantian. Dalam psikologi, ini disebut sebagai intermittent reinforcement, sebuah penguatan yang membuat korban semakin sulit lepas.
Saat kamu mulai menjauh, mereka memberi sedikit harapan untuk menarikmu kembali. Harapan inilah yang membuat banyak korban bertahan terlalu lama.
Dampak Psikologis Hubungan On-Off
- Kehilangan kepercayaan diri dan jati diri.
- Sering merasa cemas dan bingung secara emosional.
- Sulit membedakan antara cinta tulus dan manipulasi.
Apa yang Bisa Kamu Lakukan?
- Sadari siklusnya. Beri nama pada pola yang berulang, ini membantumu memisahkan realita dan manipulasi.
- Jaga jarak emosional. Blokir bila perlu. Ini bukan balas dendam, tapi perlindungan.
- Bangun sistem dukungan baru. Temui teman, komunitas, atau psikolog yang memahami dinamika NPD.
- Berani memutus rantai. Lepaskan rasa bersalah, karena kamu sedang menyelamatkan dirimu sendiri.
Penutup: Kamu Berhak atas Hubungan yang Stabil dan Aman
Jika kamu berada dalam hubungan yang membuatmu terus merasa bersalah, lelah, dan penuh kebingunganโitu bukan cinta, itu siklus manipulasi. Lepaskan. Karena cinta yang sehat tak membuatmu merasa kalah, tapi tenang.
Sumber:
- Shpancer, N. (2019). “Trauma Bonding: Why You Can’t Just Leave.” Psychology Today.
- Back, M. D., et al. (2013). Narcissistic Rivalry and Admiration in Interpersonal Relationships. Journal of Personality and Social Psychology.











