Apakah kamu punya rekan kerja yang selalu ingin jadi pusat perhatian? Mereka ingin diakui, dipuji, bahkan tak ragu mengambil kredit atas kerja tim. Bekerja dengan orang seperti ini bisa membuatmu merasa invisibel dan terkuras secara emosional. Tapi tenang, kamu tidak sendiri—dan ada cara agar kamu tetap profesional tanpa ikut terseret ke dalam dramanya.
Tanda-Tanda Rekan Kerja Narsisis
- Selalu ingin tampil atau dilihat lebih menonjol dari yang lain
- Suka meremehkan ide orang lain, kecuali saat bisa dipakai demi pencitraannya
- Sering mengambil alih pujian atas kerja tim
- Sensitif terhadap kritik, meski disampaikan secara halus
Mengapa Mereka Bertindak Seperti Itu?
Narsisis membutuhkan suplai narsistik—pujian, validasi, dan status. Menurut studi oleh Paulhus & Williams (2002), orang dengan kecenderungan narsistik sering tampil menarik di awal, tapi performanya buruk dalam kerja tim jangka panjang karena kebutuhan akan dominasi dan pengakuan.
Dalam lingkungan kerja, ego narsistik bisa memunculkan pola-pola seperti kontrol berlebihan, manipulasi, bahkan sabotase.
Dampaknya pada Lingkungan Kerja
- Menurunnya semangat dan kepercayaan diri rekan kerja lain
- Meningkatnya kompetisi tidak sehat dalam tim
- Konflik tersembunyi dan trust issue dalam proyek kolaboratif
Cara Tetap Profesional Saat Bekerja dengan Narsisis
- Jaga komunikasi tetap faktual dan tertulis — dokumentasi akan menyelamatkanmu jika terjadi klaim sepihak.
- Gunakan bahasa yang tegas tapi sopan — latih komunikasi asertif, bukan agresif.
- Hindari percakapan personal yang bisa dimanipulasi — batasi interaksi pada ranah pekerjaan saja.
- Validasi diri sendiri, jangan tunggu pujian dari mereka — kamu tahu kontribusimu, dan itu cukup.
- Bangun aliansi sehat dengan rekan kerja lain — ini bisa menjadi support system yang netral dan objektif.
Kapan Harus Melibatkan HR atau Atasan?
Jika narsisis mulai melakukan sabotase, bullying, atau mengambil kredit yang jelas-jelas milikmu, pertimbangkan untuk melibatkan pihak HR. Pastikan kamu menyampaikan dengan tenang, profesional, dan menyertakan bukti komunikasi atau hasil kerja.
Penutup
Bekerja dengan orang yang memiliki kecenderungan narsistik memang melelahkan. Tapi bukan berarti kamu harus ikut tenggelam. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa tetap bersinar tanpa harus mengalahkan mereka—cukup dengan tidak kehilangan dirimu sendiri.
Sumber:
– Paulhus, D. L., & Williams, K. M. (2002). The Dark Triad of personality: Narcissism, Machiavellianism, and psychopathy. Journal of Research in Personality, 36(6), 556–563.
– American Psychological Association. (2022). Narcissistic Personality Disorder – Workplace Implications.











