“Kok kamu nggak kayak kakakmu sih?” atau “Adikmu tuh nurut banget, coba kamu kayak dia.”
Kalimat seperti ini mungkin terdengar biasa di banyak keluarga. Tapi jika kamu terus-menerus dibandingkan, disalahkan, bahkan dibuat merasa tak cukup—sementara saudaramu selalu dipuji dan dibela—bisa jadi kamu hidup dalam pola golden child vs scapegoat dalam keluarga narsistik.
Apa Itu Golden Child dan Scapegoat?
Dalam keluarga yang dikuasai oleh orang tua narsistik, anak-anak sering “dibagi” perannya:
- Golden child: anak favorit, dipuja dan dijadikan simbol kebanggaan orang tua.
- Scapegoat: anak yang jadi tempat pelampiasan kesalahan, dilecehkan secara emosional, atau dijadikan kambing hitam.
Peran ini bukan karena kualitas pribadi, tapi karena kebutuhan orang tua untuk menjaga citra diri mereka.
Kenapa Pola Ini Terjadi?
Menurut Dr. Craig Malkin, dosen psikologi Harvard Medical School, orang tua narsistik memecah anak-anak dalam peran untuk mempertahankan kekuasaan dan memproyeksikan ego. Anak yang mendukung citra mereka akan dipuja. Anak yang tidak—atau yang terlalu “otentik”—akan ditolak.
Dampaknya pada Scapegoat
- Sering merasa tak pernah cukup baik, meskipun berprestasi
- Overthinking, mudah merasa bersalah
- Jadi people-pleaser demi menghindari konflik
- Mudah tertarik pada relasi yang tidak sehat di masa dewasa
Dan Golden Child pun Tak Selalu Bahagia
Golden child mungkin tampak diuntungkan, tapi mereka pun membawa beban berat:
- Tekanan untuk selalu “sempurna” dan menyenangkan orang tua
- Sulit mengenali siapa diri mereka sebenarnya
- Takut kehilangan cinta orang tua jika tidak tampil ideal
Konflik yang Terjadi Antar Saudara
Relasi antar saudara bisa jadi dingin atau tegang, karena:
- Golden child tak menyadari keistimewaannya
- Scapegoat merasa diabaikan dan tidak dipercaya
- Kompetisi dan rasa iri dipelihara secara tidak langsung oleh orang tua
Bisakah Peran Ini Berubah Saat Dewasa?
Bisa, meski tak mudah. Kadang ketika golden child mulai menunjukkan pendapat berbeda, dia bisa langsung “diturunkan”. Sebaliknya, scapegoat yang berhasil membebaskan diri dari pola ini bisa tumbuh menjadi dewasa yang sadar dan berdaya.
Langkah Pemulihan untuk Scapegoat
- Sadari bahwa kamu bukan masalahnya. Peran itu diciptakan, bukan pilihanmu.
- Mulai bangun batas sehat dengan keluarga.
- Validasi dirimu dari dalam, bukan dari pengakuan keluarga.
- Pertimbangkan terapi untuk memproses luka batin yang kompleks.
Penutup
Golden child dan scapegoat hanyalah nama untuk peran yang seringkali merusak hubungan antar saudara dan membentuk luka batin jangka panjang. Tapi pola ini bisa dipahami, dibongkar, dan dipulihkan—dimulai dari mengenali bahwa kamu berhak menjadi diri sendiri, bukan sekadar peran yang dibentuk orang lain.
Sumber:
– Malkin, C. (2015). Rethinking Narcissism. HarperWave.
– American Psychological Association. (2022). Parenting and Emotional Manipulation.
– Psychology Today. (2021). Golden Child and Scapegoat Dynamics in Narcissistic Families.











