Pernahkah kamu keluar dari ruang meeting dengan perasaan bingung, seolah-olah apa yang kamu katakan atau dengar tadi tiba-tiba terasa tidak valid? Kamu mulai bertanya-tanya, “Apa aku yang salah dengar? Apa aku yang terlalu sensitif?”
Hati-hati. Itu bisa jadi tanda gaslighting halus—bentuk manipulasi psikologis yang pelan-pelan bisa merusak kepercayaan dirimu. Dan ya, ini bisa terjadi bahkan dalam lingkungan kerja yang terlihat profesional sekalipun.
Apa Itu Gaslighting di Tempat Kerja?
Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis di mana pelaku berusaha membuat korban meragukan persepsinya sendiri. Di tempat kerja, ini bisa muncul dalam berbagai bentuk:
- Menyangkal pernah memberi arahan yang jelas.
- Mengambil ide orang lain tapi mengklaim itu idenya sendiri.
- Mengatakan “Kamu terlalu sensitif” setiap kali ada perbedaan pendapat.
Kalau dilakukan berulang-ulang, korban bisa merasa ragu pada intuisi dan memorinya sendiri.
Kenapa Narsisis Sering Melakukan Gaslighting?
Orang dengan kecenderungan narcissistic personality disorder (NPD) seringkali menggunakan gaslighting untuk mempertahankan kontrol. Mereka ingin selalu tampak superior, bahkan jika itu harus mengorbankan orang lain.
“Narcissists often use gaslighting as a means to maintain dominance in group settings.”
— Dr. Robin Stern, The Gaslight Effect (2018)
Tanda-Tanda Gaslighting Halus dalam Meeting
- “Saya rasa kamu salah dengar tadi.”
- “Kayaknya kamu baper deh.”
- Dipuji dulu, lalu dijatuhkan: “Ide kamu menarik, tapi kayaknya nggak realistis ya.”
- Menertawakan opini kamu di depan rekan kerja lain.
Bentuk-bentuk ini seringkali tidak langsung terasa menyakitkan, tapi perlahan bisa membuatmu merasa tidak yakin dengan dirimu sendiri.
Dampaknya bagi Korban
Korban gaslighting di tempat kerja sering merasa lelah secara emosional. Mereka mulai menarik diri, kehilangan semangat berpartisipasi, bahkan bisa mengalami gangguan kecemasan.
Jika dibiarkan, ini bisa memengaruhi performa kerja dan kesehatan mental secara keseluruhan.
Cara Cerdas Menghadapinya
- Tulis catatan pribadi setelah meeting, untuk membandingkan fakta saat diperlukan.
- Gunakan email atau chat untuk mengonfirmasi informasi atau arahan.
- Diskusikan dengan rekan tepercaya untuk mendapatkan validasi eksternal.
- Laporkan ke HR jika perilaku manipulatif bersifat konsisten dan mengganggu.
Kesimpulan: Kamu Tidak Gila, Kamu Tidak Berlebihan
Gaslighting bukan hanya sesuatu yang terjadi dalam hubungan romantis. Di ruang meeting pun, itu bisa menyusup lewat komentar-komentar kecil yang membuatmu meragukan diri sendiri.
Mengenali tanda-tandanya adalah langkah awal untuk melindungi diri. Kamu berhak merasa aman secara emosional, bahkan saat bekerja.
Sumber:
- Stern, R. (2018). The Gaslight Effect. Harmony Books.
- Psychology Today. “How Narcissists Use Gaslighting.” psychologytoday.com











