Lima Hal yang Dilakukan Narsisis Ketika Mereka Selesai dengan Anda

Lima Hal yang Dilakukan Narsisis Ketika Mereka Selesai dengan Anda

edukasinpd.com – Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau Gangguan Kepribadian Narsistik adalah gangguan mental di mana individu memiliki perasaan superioritas yang berlebihan, kurang empati terhadap orang lain, dan membutuhkan pujian dan perhatian yang berlebihan. Ketika Anda menjalin hubungan dengan seorang narsisis, Anda mungkin mengalami berbagai dinamika yang penuh dengan manipulasi, drama emosional, dan ketidakstabilan. Namun, ada saatnya ketika seorang narsisis merasa bahwa mereka sudah “selesai” dengan Anda. Pada titik ini, perilaku mereka dapat berubah secara drastis, meninggalkan Anda dengan perasaan bingung, terluka, dan frustrasi. Artikel ini akan membahas lima hal utama yang dilakukan narsisis ketika mereka merasa selesai dengan Anda, serta bagaimana Anda dapat merespons dan melindungi diri Anda.

1. Mengabaikan Anda Seperti Orang Asing

Ketika seorang narsisis sudah selesai dengan Anda, mereka akan mulai mengabaikan Anda sepenuhnya. Ini disebut sebagai “silent treatment” atau perlakuan diam. Silent treatment adalah salah satu taktik manipulasi favorit narsisis untuk mengendalikan atau menghukum orang lain. Jika mereka melihat Anda di tempat umum, mereka mungkin berpura-pura bahwa mereka tidak pernah mengenal Anda, mengabaikan Anda seolah-olah Anda adalah orang asing. Menurut Dr. Ramani Durvasula, seorang psikolog klinis dan penulis buku “Should I Stay or Should I Go: Surviving a Relationship with a Narcissist”, strategi ini bertujuan untuk merusak harga diri Anda dan membuat Anda merasa tidak berarti (Durvasula, 2015).

Cara Menghadapi:

Saat Anda dihadapkan pada perlakuan diam dari seorang narsisis, langkah terbaik adalah dengan tidak bereaksi. Jangan mencoba menghubungi mereka atau mencari penjelasan. Ini hanya akan memberi mereka kepuasan emosional dan memperpanjang siklus penyiksaan emosional.

2. Menunjukkan Kebencian dan Menghukum Anda

Setelah memutuskan bahwa mereka selesai dengan Anda, narsisis sering kali menunjukkan rasa jijik dan menghukum Anda dengan berbagai cara. Mereka akan memutarbalikkan cerita dan membuat Anda merasa bahwa semua yang terjadi adalah kesalahan Anda. Narsisis mungkin menyebarkan gosip atau cerita palsu tentang Anda kepada orang lain, menggambarkan diri mereka sebagai korban yang malang dan Anda sebagai pelaku yang kejam.

Baca Juga:  Apa yang Membuat Narsisis Sulit Disukai oleh Orang di Sekitarnya?

Menurut Sam Vaknin, seorang ahli di bidang narsisme dan penulis buku “Malignant Self-Love: Narcissism Revisited”, narsisis tidak memiliki rasa malu atau hati nurani dalam memutarbalikkan kenyataan untuk membenarkan tindakan mereka (Vaknin, 2001). Mereka melihat diri mereka selalu benar, dan oleh karena itu, mereka merasa tidak perlu meminta maaf atau bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Cara Menghadapi:

Penting untuk menjaga ketenangan dan tidak terpancing untuk melawan atau membela diri dengan cara yang emosional. Dokumentasikan semua interaksi yang terjadi, terutama jika tuduhan palsu atau fitnah muncul. Ini akan berguna jika masalah tersebut memerlukan tindakan hukum di masa mendatang.

3. Menyalahkan Anda untuk Segalanya

Ketika hubungan berakhir, narsisis akan berusaha menghindari tanggung jawab atas kesalahan mereka dengan melemparkannya kepada Anda. Mereka akan bertindak seolah-olah Anda adalah orang yang menghancurkan segalanya dan membuat Anda merasa bersalah. Strategi ini sering disebut sebagai “gaslighting”, di mana narsisis memanipulasi kenyataan untuk membuat Anda meragukan diri sendiri dan persepsi Anda terhadap kejadian.

Gaslighting bisa sangat merusak mental dan emosional. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa korban gaslighting sering kali mengalami gejala kecemasan, depresi, dan kehilangan kepercayaan diri (Abrams & Smith, 2020).

Cara Menghadapi:

Anda perlu menetapkan batasan yang tegas dan jelas. Jangan biarkan diri Anda terjebak dalam permainan menyalahkan ini. Ingatkan diri Anda bahwa Anda tidak bertanggung jawab atas kebahagiaan atau kegagalan orang lain.

4. Berpura-pura Bahagia dengan Pasokan Baru

Setelah berpisah dengan Anda, seorang narsisis mungkin akan segera mencari “pasokan” baru dan berpura-pura sangat bahagia. Mereka akan menampilkan gambar atau cerita tentang hubungan baru mereka di media sosial, berusaha membuat Anda cemburu dan merasa tidak berharga. Taktik ini dikenal sebagai “triangulasi”, di mana narsisis mencoba menciptakan persaingan untuk memperkuat posisi mereka sebagai orang yang diinginkan dan diidolakan.

Baca Juga:  Teknik Manipulasi Narsisis yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Menurut Craig Malkin, seorang psikolog klinis dan penulis buku “Rethinking Narcissism”, narsisis sangat bergantung pada sumber daya emosional dari orang lain untuk menjaga identitas mereka yang rapuh (Malkin, 2015). Ketika mereka merasa sudah tidak mendapatkan apa yang mereka butuhkan dari Anda, mereka akan segera beralih ke orang lain.

Cara Menghadapi:

Alihkan perhatian Anda ke penyembuhan diri dan tidak memeriksa akun media sosial mereka. Fokuslah pada pertumbuhan pribadi Anda dan luangkan waktu untuk diri sendiri, jauh dari pengaruh negatif narsisis.

5. Melancarkan Serangan Balasan

Ketika seorang narsisis merasa bahwa mereka tidak lagi memiliki kendali atas Anda, mereka dapat melancarkan serangan balasan yang sangat merusak. Ini bisa melibatkan penggunaan sistem hukum untuk mengintimidasi Anda, menyebarkan rumor atau tuduhan palsu, atau menggunakan anak-anak dan teman untuk memanipulasi Anda.

Dr. George Simon, seorang psikolog klinis dan penulis buku “In Sheep’s Clothing: Understanding and Dealing with Manipulative People”, menjelaskan bahwa narsisis cenderung menggunakan serangan ini sebagai upaya terakhir untuk mempertahankan kendali dan kekuasaan atas korban mereka (Simon, 1996).

Cara Menghadapi:

Dapatkan bantuan hukum dan dukungan dari teman dan keluarga. Jangan hadapi situasi ini sendirian. Konsultasikan dengan seorang profesional yang dapat membantu Anda merencanakan langkah-langkah ke depan yang aman dan efektif.

Kesimpulan

Berurusan dengan seorang narsisis, terutama ketika mereka merasa “selesai” dengan Anda, bisa menjadi pengalaman yang sangat menantang dan merusak. Namun, dengan memahami taktik yang mereka gunakan dan bagaimana menghadapinya, Anda bisa melindungi diri Anda dari dampak psikologis yang lebih besar. Tetap fokus pada kesehatan mental dan emosional Anda, cari dukungan yang tepat, dan pastikan untuk menjaga jarak aman dari manipulasi narsisis.

Baca Juga:  Menghadapi Narsisis di Komunitas Sosial Tanpa Terjebak Konflik

Referensi:

  • Durvasula, R. (2015). Should I Stay or Should I Go: Surviving a Relationship with a Narcissist. Post Hill Press.
  • Vaknin, S. (2001). Malignant Self-Love: Narcissism Revisited. Narcissus Publications.
  • Abrams, J., & Smith, L. (2020). “Gaslighting: The Silent Psychological Manipulation in Toxic Relationships”. Journal of Personality and Social Psychology.
  • Malkin, C. (2015). Rethinking Narcissism: The Bad—And Surprising Good—About Feeling Special. HarperWave.
  • Simon, G. (1996). In Sheep’s Clothing: Understanding and Dealing with Manipulative People. A.J. Christopher & Co.

Tags

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *